10 Tips Mengurangi Kecanduan Gadget pada Anak saat Usia Belia

Diposting pada

Tips Mengurangi Kecanduan Gadget pada Anak

Perkembangan teknologi saat ini memberi banyak dampak baik positif maupun negatif terutama untuk anak di bawah umur. Agar dapat mengendalikannya sebagai orang tua, perlu memahami apa saja tips mengurangi kecanduan gadget pada anak yang ampuh.

Tips Mengurangi Kecanduan Gadget pada Anak

Kehidupan sehari-hari manusia modern saat ini sudah tidak dapat dijauhkan dengan gadget sehingga perkembangan anak sejak dini sudah akrab pada perangkat tersebut sehingga tidak menutup kemungkinan anak mengikutinya sehingga menjadi kecanduan. Berikut ini ulasan terkait tips jitunya:

  1. Perbanyak Aktivitas Anak

Pada usia belia, anak-anak merupakan masa yang dimana mereka menunjukkan gerak aktif sehingga mereka akan sangat senang jika bermain. Kesibukan orang tua seringkali menjadikan alasan mengapa mereka membekali buah hati dengan gadget, padahal jika tanpa pengawasan hal tersebut berbahaya.

Usahakan memberi anak banyak aktivitas bermain tanpa gadget, misalnya saja berolahraga, mewarnai, bercerita, menggambar, memasak, membantu melipat baju, atau lainnya. Hal tersebut selain meminimalisir ketergantungan, juga dapat mengasah motoriknya sehingga akan lebih responsif.

  1. Siapkan Permainan Alternatif

Kegiatan sama seringkali membuat anak cepat bosan. Untuk menghindarinya sebaiknya Anda siapkan mainan yang disukainya serta berdasarkan gender, tujuannya yaitu untuk meminimalisir terjadinya kecenderungan merubah sifat. Selain itu perhatikan keamanannya serta kemudahan saat digunakan..

Beberapa hal perlu diperhatikan sebelum membelikan mainan anak terutama pada segi keamanannya. Sebab, beberapa bahan kurang tepat jika digunakan oleh anak-anak. Selain itu tepatkan dengan tingkatan usianya, hal tersebut untuk menunjang perkembangan motoriknya.

  1. Selalu Beri Contoh Terbaik

Tentu Anda sudah sering mendengar pengibaratan bahwa buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa anak akan meniru kebiasaan orang disekitarnya, terutama orang tua. Hal inilah mengapa pentingnya memberi contoh terbaik agar mereka bisa membiasakannya.

Saat mereka melakukan kesalahan, usahakan tegur menggunakan kata-kata yang baik, jangan sampai mengumpat atau berbicara kasar. Tujuannya agar mereka tidak menerapkannya di kemudian hari, karena saat ini kejadian serupa sudah sangat marak, bahkan membudaya.

  1. Luangkan Waktu untuk Anak

Seringkali anak melampiaskan menggunakan gadget karena kurangnya perhatian dari orang tua, sebagian dari mereka berpikir bahwa kebahagiaan buah hati utamanya adalah dari ekonomi yang tercukupi. Selain itu perhatian adalah kunci utamanya agar mereka tidak terkena pergaulan bebas.

Perkembangan dunia komunikasi saat ini memudahkan masyarakat bersosialisasi menggunakan platform sosial media, hal tersebut bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Jika orang tua jarang di rumah atau tidak memperhatikannya, maka kemungkinan besar pengaruh buruk akan cepat masuk.

  1. Batasi Anak Bermain Gadget

Saat membolehkan anak bermain gadget sebaiknya atur waktunya agar tidak berlebihan. Pembatasan ini bermanfaat untuk membuatnya mengakses sesuai batasan usia, karena konten di internet sangat beragam, berikut ulasannya terkait hal tersebut:

  • Anak baru lahir sampai usia 8 bulan jangan hubungkan dengan layar gadget maupun TV. Terkecuali saat melakukan video call dengan keluarga dekat yang berlokasi jauh dari rumah.
  • Rentang usia 2 sampai 4 tahun, disarankan untuk tidak menghabiskan lebih dari satu jam dalam bermain gadget, termasuk juga laptop, TV, ponsel serta tablet.
  • Anak berusia 5 tahun peraturan yang bisa Anda terapkan adalah menjadwalkan bermain gadget maksimal dua jam, jangan perbolehkan lebih jika tidak ada hal penting.
  • Pada usia 6 tahun tekankan pada mereka terkait dampak positif dan negatif dari gadget sendiri, serta mulai kenalkan mana konten yang boleh dipakai dan tidak
  1. Perhatikan Konten yang Ditontonnya

Tips mengurangi kecanduan gadget pada anak selanjutnya adalah memperhatikan yang ditonton ataupun dibaca. Hal tersebut dikarenakan platform media online tidak konten yang ada tidak diseleksi sehingga antara 18 plus dan untuk anak-akan dibawah umur tercampur.

Jika anak Anda sering mengakses Youtube, maka usahakan menggunakan platform khusus anak-anak serta aktifkan fitur pengawas. Tujuannya agar nantinya jika mereka melihat konten tidak sesuai usia dapat memperingatkannya ataupun memberi edukasi agar nantinya mereka lebih berhati-hati.

  1. Beri Informasi Mengenai Risiko dan Bahaya Internet

Kemajuan teknologi sendiri membawa banyak dampak positif sampai negatif. Hal tersebut mengakibatkan salahnya pergaulan, karena konten di Youtube sendiri banyak yang menggambarkan misalnya kekerasan, bullying dan masih banyak lainnya. Anda juga dapat mengetahui mengapa anak malas belajar yang ada pada website jendelo.

Meski sudah ada UU ITE namun belum semuanya terjaring, karena akses internet sendiri sangat luas. Bahkan para konten creator sendiri bukan hanya dari Indonesia saja melainkan hampir seluruh dunia. Sebaiknya sejak dini beri pengertian terkait risiko serta bahaya menggunakan perangkat tersebut.

  1. Jangan Sepenuhnya Memberi Akses Anak

Memberi sepenuhnya anak akses sama halnya Anda merobohkan benteng pembatas dari dunia luar yang keras. Padahal secara pengetahuan mereka masih perlu banyak diingatkan serta diarahkan agar tidak salah melangkah atau terkena pergaulan bebas yang semakin marak saat ini.

Meski mereka menunjukkan sikap nyaman saat bermain gadget sebaiknya hal tersebut malah harus menjadi kewaspadaan, karena jika sudah terlanjur terbiasa mereka bisa-bisa kecanduan. Melihat beberapa kasus yang sudah terjadi, anak-anak menjadi seperti orang sakau ataupun seperti depresi.

  1. Ajak Anak Bermain dengan Teman Sebayanya

Cara satu ini dinilai efektif karena selain bisa menghindarkan dari kecanduan gadget juga memberi akses mereka untuk bersosialisasi dengan dunia luas. Sebelumnya batasi waktu nya, misalnya saja jika sudah masuk ashar harus sudah di rumah untuk mandi serta menjalankan kegiatan lainnya.

Bermain dengan teman akan membuat mereka dapat lebih percaya diri tampil di depan umum. Misalnya untuk laki-laki seperti bermain sepakbola, robot-robotan, basket, musik, voli dan lainnya. Sedangkan bagi perempuan contohnya memasak, merias, bermain bola bekel dan sebagainya.

  1. Bersikap Disiplin dan Tegas

Tanamkan pada anak-anak untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku, saat melanggar maka berikan peringatan jika tetap, memberi hukuman dapat menjadi solusi. Sebelumnya perlu Anda perhatikan terkait jenisnya, cara mengaplikasikannya, karena mereka bisa tertekan dan bahkan menjadi fobia.

Ketegasan orang tua sendiri memiliki peran penting untuk membentuk karakternya. Coabalah melakukan pendekatan pada anak-anak kemudian beri mereka ruang untuk mengekspresikan dirinya. Misalnya dalam bermain, menjadikan hobi dan sebagainya.

  1. Tentukan Wilayah Bebas Penggunaan Internet

Jangan terlalu membebaskan anak untuk bermain gadget di manapun dan kapanpun, karena hal tersebut justru akan membuatnya semakin kecanduan. Buatlah batasan misalnya saat berkumpul bersama keluarga harus menaruhnya dan bangun suasana hangat.

Tujuannya agar mereka merasa diperhatikan sehingga nantinya ketika diperingatkan akan mematuhinya. Hal penting yang perlu diperhatikan saat menetapkan peraturan, akan tetapi sebaiknya Anda juga mematuhinya agar lebih efektif.

Tips mengurangi kecanduan gadget pada anak tersebut dapat Anda terapkan untuk mendidik buah hati agar lebih aman serta tidak ada penyalahgunaan fungsi dan tanggung jawab. Selain tips tersebut, Anda harus tau tentang tips agar anak betah dirumah. Jika sudah memutuskan peraturan, sebaiknya sebagai orang tua juga menerapkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *