Penyebab Stunting pada Anak

Pengertian dan Penyebab Stunting pada Anak?

Diposting pada

Setiap orang tua pasti memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Memastikan bahwa sang buah hati dalam keadaan sehat sempruna. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian anak mengalami masalah pertumbuhan seperti stunting. Berikut adalah ulasan tentang pengertian dan penyebab stunting pada anak.

Mengenal Apa Itu Stunting

Pengertian stunting adalah suatu masalah kekurangan gizi secara kronis, terjadi dalam jangka waktu relatif lama sehingga berdampak pada tumbuh kembang anak yang mengalami gangguan. Menurut WHO, anak dikatakan alami masalah pertumbuhan ini apabila badannya kerdil dengan tinggi yang lebih pendek dibandingkan anak seusianya.

Umumnya, tahapan terjadinya stunting ini sejak bayi dalam kandungan hingga 1000 hari pertama kelahiran. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari asupan makanan; lingkungan dan banyak lagi penyebab-penyebab yang lain.

Selain ditandai dengan tinggi badan yang relatif rendah, stunting juga ditandai dengan kondisi anak tampak lebih muda dibanding anak sebayanya. Ada pula penderita stunting yang mengalami pertumbuhan gigi lambat.

Karakteristik yang lain adalah memiliki persebaran lemak tidak rata sehingga seringkali pipi anak stunting terlihat chubby. Tidak hanya gigi, sebagian penderita stunting mengalami perlambatan pada pertumbuhan tulangnya. Bahkan, dalam taraf tertentu ada yang memiliki memori serta perhatian belajar buruk.

Di Indonesia, ada cukup banyak anak yang mengalami stunting. Karena itu, pemerintah baik pusat ataupun daerah selalu berupaya untuk mencegah terjadinya hal ini pada anak. Berbagai program pun dilayangkan supaya anak bangsa dapat tumbuh dengan normal sebagaimana mestinya.

Beberapa Penyebab Stunting yang Perlu Diketahui

Penyebab stunting pada anak tidaklah tunggal. Ada berbagai faktor yang berpengaruh terhadapnya. Hal ini perlu dipahami khususnya oleh calon ibu agar risiko tersebut dapat dicegah sejak dini. Berikut adalah beberapa penyebab umumnya:

1. Gizi yang Buruk pada Saat Hamil

Makanan yang dikonsumsi oleh ibu selama masa kehamilan ternyata berpengaruh kepada perkembangan embrio atau janin. Apabila gizi dan nutrisi selama hamil buruk, maka pertumbuhan janin di dalamnya pun menjadi terbatas.

Dampak dari hal itu adalah pertumbuhan janin yang buruk bahkan bisa menyebabkan kematian neonatal. Sebaliknya, janin akan tumbuh secara normal apabila ibu memiliki asupan gizi yang seimbang. Oleh karena itu, untuk menghindari risiko stunting pada bayi sebaiknya konsumsi aneka jenis makanan yang bergizi dan seimbang.

2. Pengaruh Lingkungan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa 1000 hari sejak lahir sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Apabila anak tidak mendapatkan asupan makanan yang baik serta tidak berada di lingkungan yang tepat, maka itu akan menghambat pertumbuhannya dan bisa menyebabkan stunting.

Gambarannya adalah anak yang lingkungan belajar dan bermain kurang mendukung, maka ia tidak akan dapat mengembangkan diri secara maksimal. Adapun contoh lingkungan yang menghambat pertumbuhan anak adalah keluarga dengan ekonomi rendah dimana kebutuhan gizi tidak dapat tercukupi secara sempurna.

3. Kekurangan Makanan Pendamping ASI

Pengertian dan penyebab stunting pada anak salah satunya dipengaruhi oleh kurangnya Mpasi. Setelah berusia enam bulan, kebutuhan energi anak semakin besar sehingga tidak cukup jika hanya mengkonsumsi ASI. Karenanya, Mpasi sangat penting untuk mendorong perkembangannya.

Apabila asupan Mpasi pada anak tidak memadai, maka itu bisa menjadi penyebab stunting. Oleh karena itu, pastikan nutrisi Mpasi anak terjaga dengan baik. Misalnya dengan memenuhi asupan buah, sayur, dagung, telur, ikan dan makanan-makanan bergizi lainnya untuk menu Mpasi anak tercinta.

4. Kurangnya Kebersihan

Kebersihan, utama makanan dan juga air sangat penting untuk menunjang pertumbuhan anak. Makanan dan air yang tidak bersih ternyata bisa memicu terjadinya stunting karena terkontaminasi dengan polutan atau Mikotoksin.

Di antara kondisi makanan yang dapat menyebabkan anak sakit dan menghambat perkembangannya adalah makanan yang disimpan di tempat kurang bersih, keadaan tangan ibu yang kotor saat menyuapi anak dan masih banyak lagi yang lain.

5. Anak Tidak Memperoleh ASI Eksklusif

ASI eksklusif juga sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. ASI tersebut diberikan selama enam bulan sejak lahir. Selain memenuhi kebutuhan makanan dan gizi pada bayi, ASI eksklusif ternyata juga berpengaruh kepada risiko stunting. Salah satu penyebab stunting adalah bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif.

Oleh karena itu, pastikan Anda menyusui anak sejak satu jam setelah lahir. Setelah itu dilanjutkan sampai enam bulan disertai dengan Mpasi yang sehat dan bergizi. Cara ini cukup efektif dalam mencegah stunting pada anak.

6. Terjadinya Infeksi pada Anak

Selain beberapa penyebab yang telah disebutkan di atas, ada kalanya stunting pada anak disebabkan karena faktor infeksi. Anak yang terserang infeksi seperti penyakit pernapasan atau diare bisa mengalami pertumbuhan yang buruk.

Dalam hal ini, ada riset yang menyebutkan bahwa 25% anak yang mengalami diare lebih dari 5 kali saat usianya belum dua tahun rentan alami stunting. Konsekuensi dari infeksi tersebut ternyata bisa terjadi dalam jangka panjang dengan pertumbuhan yang linier. Khususnya untuk anak-anak yang tidak didukung dengan gizi cukup.

7. Infeksi pada Ibu

Selain disebabkan karena infeksi pada anak itu sendiri, ada kalanya stunting disebabkan karena infeksi pada ibu. Di antaranya adalah terinfeksi cacingan, malaria, HIV/AIDS dan lain sebagainya. Maka dari itu, ibu yang rentan mengalami infeksi perlu waspada karena ternyata bisa menyebabkan stunting pada anak.

Tidak hanya itu, jika seorang ibu alami hipertensi saat hamil maka bisa menyebabkan berat badan bayi yang rendah serta risiko bayi lahir secara prematur. Oleh karena itu, pastikan diri Anda terhindar dari berbagai gangguan baik selama hamil ataupun menyusui sehingga anak tetap sehat serta terhindar dari risiko stunting.

8. Berat Badan Rendah Ketika Lahir

Penyebab stunting yang selanjutnya adalah bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Bayi yang cukup nutrisi cenderung memiliki berat badan cukup dan ideal. Sebaliknya, bayi dengan berat badan rendah terkadang dipengaruhi oleh kurangnya asupan nutrisi selama dalam kandungan.

Bayi dengan kondisi tersebut sangat rentan alami masalah pertumbuhan sehingga berisiko alami stunting. Penyebab lain yang bisa memicu bayi lahir dengan berat badan rendah adalah postur tubuh ibu yang pendek atau berada di bawah rata-rata.

Berbagai penyebab stunting di atas adalah ilmu yang umum. Di samping itu, masih banyak lagi faktor yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan tersebut. Oleh sebab itu, ibu harus benar-benar antisipasi sejak awal kehamilan dan memperhatikan asupan nutrisi bagi janin yang dikandungnya. Ini adalah syarat utama agar anak lahir dalam keadaan sehat dan tumbuh secara maksimal.

Setelah memahami pengertian dan penyebab stunting pada anak, pastikan memperhatikan kondisi anak sejak sekarang. Usahakan mereka dalam keadaan sehat dan tumbuh secara normal. Tujuannya tidak hanya untuk kesehatan fisiknya, namun juga berpengaruh kepada kecerdasan otak sang buah hati.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *