Mengenal Tanaman Porang

Mengenal Tanaman Porang (Manfaat dan Cara Budidayanya)

Diposting pada

Indonesia dikenal dengan negara kaya akan tanaman. Salah satu jenis tanaman yang belum begitu banyak dikenal namun memiliki beragam manfaat adalah porang. Jenis umbi satu ini mempunyai karakteristik yang cenderung unik dan berbeda dari yang lain. Berikut akan dibahas detail agar Anda mengenal tanaman porang, dari manfaat hingga cara budidayanya.

Apa Itu Tanaman Porang?

Porang adalah salah satu jenis umbi yang berasal dari spesies Amorphophallus Muelleri. Tanaman ini bisa tumbuh dengan mudah sekalipun di kawasan yang rindang. Selain itu, ia juga dapat tumbuh pada semua jenis tanah, bahkan ketinggiannya bisa mencapai 700 Mdpl.

Beberapa masyarakat membudidayakan tanaman porang tersebut di kawasan hutan. Jenis tanaman satu ini prospek untuk dibudidayakan karena permintaannya cukup banyak. Bahkan, tidak sedikit yang telah memiliki nilai ekspor ke berbagai negara di luar negeri.

Manfaat dari tanaman satu ini tidak hanya untuk kesehatan, namun juga sektor yang lain. Di antaranya adalah untuk pembuatan kosmetik, bahan tepung, bahan penjernih air, lem dan banyak lagi yang lainnya. Beberapa kawasan menjadikan porang sebagai bahan lem yang ramah lingkungan.

Aneka Ragam Manfaat Tanaman Porang

Manfaat Tanaman Porang

Tanaman porang memiliki manfaat yang cukup kaya. Salah satunya adalah manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Oleh karena itu, tidak heran jika sebagian perusahaan menggunakan bahan ini untuk pembuatan kosmetik dan obat. Berikut adalah beberapa manfaat dari tanaman porang tersebut:

1. Mengobati Susah Buang Air Besar

Tanaman porang ternyata bermanfaat dalam mengobati sembelit atau susah BAB. Hal ini disebabkan karena kandungan serat yang kaya di dalam umbi tersebut. Serat yang alami sangat efektif dalam melunakkan feses.

Di samping itu, juga sangat ampuh untuk melancarkan kinerja usus. Dengan demikian, kotoran dalam tubuh akan dapat dikeluarkan dengan mudah dalam bentuk feses.

2. Menstabilkan Kadar Kolesterol

Manfaat lain dari tanaman porang adalah menormalkan kadar kolesterol dalam tubuh agar senantiasa ideal. Hal ini disebabkan karena kandungan Glukomanan di dalam umbi tersebut. Peran darinya sangat penting dalam menurunkan kadar kolesterol tinggi.

3. Ampuh Menurunkan Berat Badan

Adapun manfaat lain dari porang adalah dapat melancarkan diet karena membantu turunkan berat badan hingga normal. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan serat di dalamnya yang membuat Anda merasa kenyang dalam jangka waktu lama. Inilah yang akan mengontrol berat badan.

4. Meningkatkan Kesehatan Kulit

Ternyata, porang juga memiliki manfaat yang besar untuk kulit seseorang. Kesehatan dan kecantikan kulit Anda akan terjaga dengan mengkonsumsi tanaman ini. Hal tersebut disebabkan karena adanya kandungan Glukomanan di dalamnya.

Di antara khasiatnya adalah mengatasi jerawat dan menghilangkan bekasnya. Namun, teori ini masih perlu diuji ulang agar semakin terpercaya.

5. Menurunkan Risiko Kanker

Kanker merupakan salah satu penyakit berbahaya dan menyebabkan risiko kematian tinggi bagi penderitanya. Ternyata, kandungan serat yang ada pada tanaman porang mampu mencegah risiko kanker, khususnya kanker usus. Dengan demikian, sistem pencernaan pun akan semakin lancar.

6. Atasi Diabetes

Manfaat dari mengenal tanaman porang yang lain berkaitan dengan diabetes. Kandungan serat yang ada di dalamnya sangat efektif dalam mengendalikan kadar gula darah tubuh manusia. Dengan begitu, efek kenyang yang dirasakan akan semakin lama sehingga kadar gula pun menjadi lebih stabil.

7. Mengatasi Hipertensi

Manfaat lain dari mengkonsumsi tanaman porang adalah atasi hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kandungan yang ada di dalamnya dapat menurunkan tekanan darah. Meski demikian, Anda harus tetap mengimbanginya dengan pola hidup sehat.

Cara Budidaya Tanaman Porang yang Mudah

Tanaman porang memiliki prospek yang cukup tinggi jika dibudidayakan dengan baik. Namun, masih banyak orang yang belum mengenal tanaman porang serta bagaimana cara budidayanya. Berikut adalah beberapa langkah budidaya tanaman porang yang mudah:

1. Kenali Syarat Tumbuhnya

Sebelum menuju ke tahap-tahap budidaya porang, pastikan Anda mengetahui syarat tumbuh tanaman ini terlebih dahulu. Meskipun tanaman porang bisa hidup di semua jenis tanah, namun usahakan memilih tanah yang subur dengan pH 6-7 dan tidak terdapat genangan air.

Selain itu, porang dapat tumbuh dengan baik apabila ada naungannya dengan kerapatan sekitar 40%. Untuk ketinggian maksimalnya adalah 700 Mdpl. Namun, usahakan memilih antara 100 sampai dengan 600 Mdpl.

2. Siapkan Lahan

Persiapan penting dalam budidaya porang adalah lahan. Pertama-tama, bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman serta gulma. Jadikan satu blok setiap 4 Ha. Buat pula jalan pemeriksaan setidaknya 2 meter. Buat juga pemasangan ajir berjarak 1m x 1m disertai jalur dengan lebar 0,5 m dengan cangkul.

Kemudian, buat lubang tanam untuk bibit umbi porang dengan ukuran 20x20x20 cm. Dilanjutkan dengan penambahan pupuk sebelum bibit ditanam. Adapun jenis pupuknya adalah bokashi dicampur top soil sebanyak 0.5 kg per lubangnya.

3. Penanaman Porang

Setelah lahan siap, tahap budidaya porang berikutnya adalah penanaman bibit. Caranya dengan memasukkan satu per satu bibit unggul ke lubang dengan bakal tunas menghadap atas. Isi 1 bibit untuk masing-masing lubang berjarak 1m x 1m.

Kemudian, tutuplah lubang tanam tersebut dengan tebal 3 cm memakai tanah. Perlu diketahui bahwa penanaman porang ini paling baik adalah ketika musim hujan, khususnya di bulan November sampai Desember.

4. Pemberikan Pupuk pada Porang

Setelah porang berhasil ditanam, jangan lupa untuk memberikan pupuk pada tanaman tersebut. Pastikan dosis pupuknya tepat agar dapat berfungsi secara maksimal.

Adapun jenis pupuknya adalah pupuk organik cair GDM untuk spesialis pangan. Ditambah dengan GDM Black Bos dan pupuk jenis Granule Bio Organik GDM SaMe.

5. Tahap Pemeliharaan Tanaman Porang

Perawatan harus dilakukan secara rutin agar porang dapat hidup dengan baik. Caranya dengan menyiangi gulma. Pada jangka waktu satu bulan setelah umbi ditanam, lakukan penyiangan. Setelah gulma berhasil dikumpulkan menjadi satu, timbun pada lubang agar bisa menjadi pupuk organik.

Selain memelihara dengan penyiangan, Anda juga harus mengendalikan hama serta penyakit yang ada pada tanaman tersebut. Mulai dari hama ulat, belalang dan lain sebagainya. Pengendalian hama tersebut dapat dilakukan dengan beberapa bahan khusus.

6. Tahap Panen Tanaman Porang

Tanaman porang baru bisa dipanen pertama kali ketika usianya kurang lebih mencapai dua tahun. Hanya saja, jenis umbi yang bisa dipanen adalah umbi besar dengan berat sekitar 1 kg per umbi. Sedangkan yang ukurannya masih kecil bisa dipanen di kloter selanjutnya.

Akan tetapi, setelah itu Anda sudah bisa memanen setidaknya satu tahun sekali. Adapun karakteristik porang yang siap untuk dipanen adalah daunnya sudah kering. Satu pohonnya bisa menghasilkan setidaknya 2 kg umbi.

Setelah proses memanen selesai, tahapan selanjutnya adalah membersihkan umbi dari akar dan tanahnya. Kemudian potong dan jemur untuk kemudian siap dijual kepada pembeli.

Setelah membaca ulasan di atas, pastinya Anda telah mengenal tanaman porang dengan baik. Selain mengetahui manfaatnya yang kaya, juga bisa langsung membudidayakannya sesuai tahapan di atas.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *