Mengenal Tanaman Jahe

Mengenal Tanaman Jahe: Manfaat dan Cara Budidayanya yang Mudah

Diposting pada

Sebagai salah satu tanaman yang dipercaya sebagai obat, jahe cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Selain berkhasiat untuk atasi berbagai masalah kesehatan, tanaman tersebut juga sangat ampuh untuk meningkatkan sistem imun. Oleh karena itu, penting kiranya mengenal tanaman jahe lebih detail lagi. Khususnya mengenai bagaimana cara budidaya yang benar.

Lebih Mengenal Tanaman Jahe

Jahe sebagai tanaman rempah merupakan sejenis tumbuhan rimpang. Bentuknya mirip dengan jemari dengan ruas tengah yang menggelembung. Tanaman obat tersebut memiliki kandungan senyawa Zingeron yang membuatnya bercita rasa pedas.

Habitat untuk tanaman jahe adalah kawasan beriklim tropis. Sehingga, di daerah-daerah lain kurang bisa bertahan hidup. Di antara lokasi penanaman yang cocok adalah Brasil, Asia Tenggara serta Afrika. Di Indonesia sendiri, jahe cukup banyak dibudidayakan di berbagai daerah.

Tanaman jahe mempunyai batang semu yang tingginya berkisar 30 sampai dengan 100 cm. Daging akar jahe memiliki warna kuning kemerahan berbentuk rimpang. Selain itu, akar tersebut juga berbau menyengat. Sementara tangkai daunnya memiliki bulu halus dengan bentuk menyirip. Adapun panjang daunnya antara 15 sampai dengan 23 mm.

Secara umum, jahe memiliki beberapa jenis yang terdiri dari jahe merah, jahe kuning dan jahe gajah atau badak. Masing-masing jenis jahe memiliki karakteristik dan manfaat sendiri-sendiri. Jahe merah memiliki cita rasa paling pedas dibanding lainnya. Jenis jahe inilah yang cocok untuk jamu. Sementara jahe kuning banyak dimanfaatkan sebagai bumbu untuk masak.

Manfaat Tanaman Jahe dalam Kehidupan Sehari-Hari

Manfaat Tanaman Jahe

Sejak dulu, jahe dikenal sebagai bahan herbal yang kaya akan manfaat. Maka tidak heran jika permintaan akan tanaman ini sangat tinggi. Berikut beberapa khasiat jahe dalam kehidupan sehari-hari yang wajib Anda ketahui:

1. Menstabilkan Sistem Pencernaan Tubuh

Manfaat jahe yang pertama adalah membantu meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Kandungan di dalamnya dapat mengatasi berbagai masalah pada pencernaan. Di antaranya adalah mengatasi asam lambung, menyembuhkan sembelit serta meredakan perut kembung.

2. Melakukan Proteksi Terhadap Bahaya Sinar UV

Selain menormalkan sistem pencernaan, jahe juga bermanfaat dalam melindungi tubuh dari bahaya sinar UV. Sinar UV sendiri dapat memicu risiko kerusakan pada DNA. Sementara kandungan Antioksidan pada jahe sangat ampuh dalam menyerap sinar UV sehingga tubuh tetap aman meski terpapar sinar matahari.

3. Mencegah Risiko Penyakit Jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu pemicu kematian tertinggi di dunia. Ternyata, bahan aktif yang alami pada jahe dapat membantu mencegah penyakit tersebut. Kandungan Gingerol di dalamnya dapat menormalkan tekanan darah serta meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

4. Membantu Melegakan Tenggorokan

Khasiat jahe yang selanjutnya adalah efektif dalam melegakan tenggorokan. Hal tersebut lantaran kandungan di dalam jahe sendiri mampu memberi efek hangat pada tenggorokan. Oleh karena itu, banyak orang yang mengkonsumsi bahan satu ini dengan cara diseduh saat tenggorokan terasa kering dan gatal.

5. Melancarkan Diet Alami

Salah satu pentingnya mengenal tanaman jahe adalah mengetahui bahwa bahan ini cukup ampuh dalam membakar lemak tubuh. Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang rajin konsumsi minuman panas seperti jahe cenderung merasa kenyang lebih lama. Selain itu, jahe juga dapat membakar kalori serta memperkuat metabolisme dalam tubuh.

6. Meningkatkan Kesehatan dan Kecantikan Kulit

Jahe juga memiliki manfaat tersendiri untuk kecantikan, yakni dapat menghaluskan serta meremajakan kulit. Khasiat sebagai anti penuaan dini ini telah dibuktikan sejak lama di negara Cina. Hal ini disebabkan karena kandungan Antioksidan yang ampuh tingkatkan produksi Kolagen. Dengan demikian, peradangan dan kerusakan pada kulit dalam dihindari.

7. Mencegah Penyakit Kanker

Adapun manfaat berikutnya dari jahe adalah mencegah risiko penyakit kanker. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan Gingerol serta Phytonutrient pada jahe yang ampuh dalam mencegah tumbuhnya sel kanker. Khususnya sel kanker yang menyerang bagian usus besar.

8. Ampuh Atasi Nyeri Haid

Nyeri saat haid ternyata bisa diatasi dengan mengkonsumsi jahe. Bahkan, hal ini telah dibuktikan oleh penelitian. Caranya dengan mengkonsumsi air jahe sekitar 4 gelas dalam satu hari. Usahakan juga untuk mengkonsumsinya menjelang menstruasi. Kandungan di dalamnya terbukti ampuh menenangkan perut dari nyeri.

9. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Khasiat lain dari jahe adalah membantu meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Terlebih, jahe memiliki kandungan Magnesium dan vitamin C cukup tinggi. Ditambah dengan berbagai kandungan lain seperti Shogaols, Gingerols serta Zingerones.

10. Mencegah Infeksi Akibat Virus dan Bakteri

Bakteri dan virus berbahaya juga bisa ditangkal dengan menggunakan jahe. Hal ini disebabkan karena kandungan Gingerol dalam bahan tersebut. Dengan demikian, seseorang dapat hidup lebih sehat dan tenang setiap harinya. Termasuk terhindar dari flu dan penyakit lain akibat virus.

Cara Budidaya Tanaman Jahe yang Mudah

Budidaya Tanaman Jahe

Karena khasiatnya yang sangat kaya, budidaya tanaman jahe sangat penting dilakukan. Baik itu untuk dikonsumsi pribadi ataupun untuk dijual di pasaran. Berikut adalah tahapan cara budidaya tanaman tersebut:

1. Tahap Pembibitan

Proses pembibitan adalah tahap paling awal untuk budidaya tanaman jahe. Untuk menghasilkan jahe terbaik, pastikan memilih bibit yang bermutu. Caranya dengan mengambil tanaman jahe secara langsung. Kemudian, masukkan bibit yang ada ke dalam kadung lalu rendam pada larutan fungisida selama kurang lebih 8 jam. Jika sudah, lakukan penjemuran bibit tersebut setidaknya selama 4 jam.

2. Persiapkan Media

Setelah proses pembibitan berhasil, selanjutnya adalah persiapan media. Dalam hal ini, yang paling cocok adalah jenis tanah kering yang tingkat keasamannya cukup tinggi. Kemudian, diamkan tanah tersebut selama kurang lebih 3 hari supaya hamanya mati. Lebih baik lagi jika diberi tambahan pupuk.

3. Buat Lubang Tanam

Tahap budidaya jahe berikutnya adalah pembuatan lubang tanam yang bertujuan agar jahe dalam hidup sempurna. Sebaiknya, buatlah bedeng yang diberi lubang-lubang kecil berukuran 3 sampai dengan 7,5 cm. Lubang inilah yang nantinya untuk menanam bibit.

4. Tahap Penanaman

Adapun untuk tahap tanam, caranya adalah dengan melekatkan bibit rimpang dengan mode rebah pada lubang tanam. Lakukan proses penanaman ini saat musim hujan agar cepat tumbuh dan mendapat asupan air yang cukup.

5. Tahap Pemeliharaan

Setelah berhasil tumbuh, proses pemeliharaan jahe harus dilakukan. Mulai dari menyulam jahe dalam 3 minggu pertama. Kemudian penyiangan saat tanaman berusia 2 sampai 6 minggu sesuai kebutuhan. Berikutnya adalah pembubuhan yang harus dilakukan setidaknya tiga kali hingga saat panen tiba.

6. Pemupukan, Pengairan dan Penyemprotan

Agar dapat tumbuh secara maksimal, tanaman jahe harus dipupuk. Baik itu pemupukan menggunakan bahan kimia ataupun organik. Setelah proses pemupukan, lakukan penyiraman pada awal proses menanam. Tidak kalah penting lagi adalah penyemprotan pestisida agar tidak ada hama yang menyerang.

7. Tahap Panen

Tahap panen ini bisa dilakukan mulai usia  10 sampai dengan 12 bulan. Akan tetapi, bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Adapun cara panen yang benar adalah dengan mematahkan sebagian sisinya. Sedangkan, sisi yang lain bisa didiamkan hingga tua. Sedangkan karakteristik jahe yang bisa ditanam adalah batangnya sudah kering dan daunnya menguning.

Setelah mengenal tanaman jahe, mulai dari manfaat dan cara budidayanya, Anda bisa langsung mencoba sendiri di rumah. Dijamin manfaatnya sangat kaya sehingga penting untuk dikonsumsi keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *