Wajib Tahu, Ini Manfaat Kunyit dan Cara Budidayanya!

Diposting pada

Manfaat Kunyit dan Cara Budidayanya

Apakah Anda tahu apa saja kandungan, serta manfaat kunyit dan cara budidayanya? Seperti yang kita tahu, kunyit adalah rempah yang cukup populer khususnya di negara Indonesia. Dengan sejuta manfaat yang ada dibaliknya, kunyit menjadi salah satu rempah sekaligus tanaman apotek hidup yang biasa dibudidayakan oleh masyarakat. Penasaran apa saja manfaat kunyit dan cara budidayanya? Simak penjelasan berikut, ya!

Kunyit adalah jenis tumbuhan temu-temuan asli dari wilayah Asia Tenggara. Kunyit telah digunakan sebagai rempah dan obat tradisional untuk menyembuhkan banyak penyakit sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam.

Dalam bahasa ilmiah, kunyit dikenal dengan nama Curcuma zedoria, akar kunyit berbentuk rimpang dengan warna permukaannya coklat dan jingga cerah, serta memiliki bagian dalam yang cukup keras. Jika dilihat secara sekilas, permukaan kunyit hampir sama dengan jahe.

Jika dilihat dari warnanya, kunyit bisa diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yakni kunyit putih, kunyit kuning, kunyit merah dan kunyit hitam. Masing-masing jenis kunyit ini memiliki kandungan dan juga manfaat yang berbeda. Yuk cari tahu apa saja manfaat dari masing-masing jenis kunyit ini serta perbedaan diantara keduanya!

Mengenal Jenis-Jenis Kunyit

Ada beberapa jenis kunyit yang bisa ditemukan, masing-masing kunyit ini menyimpan manfaat yang berbeda dan masing-masingnya memberikan manfaat yang baik bagi tubuh. Berikut beberapa jenis kunyit dan ciri khas dari masing-masingnya:

1. Kunyit Merah

Sekilas, kunyit merah akan terlihat sama saja dengan kunyit kuning. Tapi, ketika diperhatikan dengan teliti, ada perbedaan yang cukup jelas diantara keduanya. Kunyit merah memiliki warna jingga yang lebih pekat, cenderung merah. Sedangkan kunyit kuning memiliki warna jingga yang tak terlalu pekat dibanding dengan kunyit merah.

Jenis kunyit merah ini dapat dengan mudah didapatkan di pasar. didalamnya terkandung senyawa yang bersifat antibakteri, antioksidan serta antiinflamasi yang masing-masingnya baik bagi kesehatan tubuh. Kunyit merah dengan warnanya yang cukup pekat ini, dapat pula dijadikan sebagai bahan pewarna makanan yang alami, lho!

2. Kunyit Kuning

Kunyit kuning diperkaya dengan kandungan kurkumin serta minyak astri yang bisa mencegah infeksi, mengatasi masalah pada pencernaan, serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat radikal bebas.

Secara fisik, tak jauh berbeda dengan jenis kunyit merah, hanya saja warna jingganya lebih pucat. Jenis kunyit ini adalah jenis kunyit yang paling mudah untuk ditemukan di pasaran dan dijadikan sebagai bumbu rempah berbagai jenis masakan khas Indonesia.

3. Kunyit Putih

Ada lagi jenis kunyit yang tak kalah menarik kandungan yang ada didalamnya, yakni kunyit putih yang biasa pula disebut sebagai temu putih oleh masyarakat suku Jawa. Kunyit putih memiliki warna cerah yang baunya seperti campuran dari bau kunuti dan mangga.

Sekilas, warna kunyit ini mirip dengan warna temulawak. Kunyit putih biasa ditemukan dalam bentuk bubuk atau bentuk kering yang sudah di iris-iris. Didalamnya, terdapat kandungan yang sifatnya antibakteri dan juga antiinflamasi.

Ada banyak sekali manfaat dari kunyit putih. Kunyit putih bisa mengatasi berbagai masalah pada pencernaan, seperti perut kembung, dan BAB yang tidak lancar. Senyawa antibakteri yang ada didalamnya dapat mencegah pertumbuhan radikal bebas yang membahayakan sel-sel tubuh kita.

4. Kunyit Hitam

Dari keempat jenis kunyit yang umum ditemukan di Indonesia, kunyit hitam adalah jenis yang cukup asing di lingkungan masyarakat. Sekalipun jarang ditemukan, siapa sangka kunyit hitam memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh. Wajib tahu, ini manfaat dan cara budidaya jeruk nipis yang dikutip dari situs Jendelo.com.

Kunyit hitam adalah salah satu dari jenis Curcuma caesia yang didalamnya kaya dengan kadungan zat antioksidan yang dapat beperan sebagai antiradang dan mencegah sel kanker menyebar di dalam tubuh manusia.

Belakangan ini, kunyit mulai dikenal di mancanegara. Beberapa penelitian menemukan bahwa kunyit mempunyai senyawa yang baik bagi kesehatan, yakni kurkumin. Kurkumin adalah senyawa yang banyak digunakan dalam pengobatan medis sebab sifatnya yang antitumor dan antioksidan yang baik bagi tubuh.

Lantas, apa saja manfaat kunyit dan cara budidayanya bagaimana? Dengan segudang manfaat pada kunyit, cara pembudidayaan kunyit bisa dibilang mudah dan tak membutuhkan teknik atau media tanam khusus. Yuk, simak penjelasannya!

Ternyata Ini Manfaat Kunyit dan Cara Budidayanya!

1. Antioksidan

Kunyit memiliki kandungan antioksian yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh manusia. Tanpa adanya antioksidan ini, manusia akan mudah terserang berbagai macam penyakit.

Antioksidan berperan sebagai senyawa yang akan melindungi tubuh dari paparan benda asing, bakteri, serta radikal bebas. Tak hanya itu, senyawa kurkumin yang ada pada kunyit akan mengoptimalkan enzim antioksidan dan menetralkan zat-zat asing yang berbahaya dalam tubuh.

2. Antiinflamasi

Kunyit yang kaya dengan senyawa bersifat antinflamasi, ampuh untuk mengatasi peradangan pada organ-organ tubuh. Mengapa hal ini penting? Tahukah Anda, bahwa kebanyakan penyakit kronis bermula dari terjadinya peradangan pada organ tubuh tertentu?

Kunyit yang kaya dengan senyawa antiinflamasi, akan bekerja untuk memerangi radang yang terjadi pada organ tertentu. Bahkan, ada beberapa pakar yang menyatakan bahwa kunyit dinilai lebih efektif sebagai antiinflamasi dibandingkan dengan obat-obatan medis sekelas ibuprofen.

Pada dasarnya, peradangan yang terjadi di organ tertentu bukanlah suatu hal yang buruk. Peradangan adalah bentuk respon sistem imun terhadap bakteri dan zat-zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.

Mengkonsumsi kunyit dapat memutus molekul NF-kB yang dapat bergerak dan masuk ke inti sel sehingga menyebabkan aktifnya senyawa pemicu peradangan. NF-kB ini adalah senyawa yang bisa memicu terjadinya penyakit kronis.

3. Mencegah Kanker

Kurkumin yang terkandung di dalam kunyit mampu bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel-sel tumor dalam tubuh, dimana sel tumor yang dibiarkan dapat menyebabkan terjadinya kanker.

Ada banyak manfaat lainnya dari kunyit. Seperti pencegahan alzheimer, pengobatan bagi penderita diabetes, menjaga agar tekanan darah tetap stabil, dan dapat pula dijadikan sebagai obat untuk mengatasi mual, kembung, maag dan asam lambung.

Dengan segudang manfaat kunyit dan cara budidanya yang dibilang tidak sulit, apakah benar? Yuk cari tahu jawabannya!

Cara Budidaya Tanaman Kunyit

Untuk melakukan budidya kunyit, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan, seperti bibit, media tanam, pot atau poly bag serta pupuk untuk perawatan. Bagaimana langkah pembudidayaan kunyit? Berikut ulasannya:

1. Cari dan Pilih Bibit yang Sudah Tua

Carilah rimpang kunyit yang sudah tua untuk dijadikan sebagai bibit. Pastikan juga rimpang yang Anda pilih berasal dari rumpun yang bagus, ya! Kunyit yang sudah cukup tua akan semakin bagus apabila dijadikan sebagai bibit. Semakin tua rimpang kunyit, maka semakin bagus tunas yang akan tumbuh.

2. Penyemaian Rimpang Kunyit

Rimpang kunyit yang sudah diambil untuk dijadikan bibit tadi harus disemai dulu. Cara menyemai kunyit sangat mudah, letakkan saja rimpang tadi di tanah dengan kelembapan suhu antara 25 sampai 28 derajat Celcius. Apabila Anda akan menanamnya di dalam poly bag, cukup letakkan satu di masing-masingnya. Pastikan bibit yang Anda semai mendapatkan sinar matahari yang cukup, dan jangan lupa disiram!

3. Media Tanam yang Cocok Untuk Kunyit

Kunyit yang dibudidayakan di dalam pot membutuhkan media tanam dengan bendengan. Galilah tanah dan buat lubang menggunakan cangkul di bendengan dengan ukuran lebih kurang 30×30 cm, dengan kedalaman 60 cm serta tinggi 25-50 cm.

Pastikan jarak antar lubang adalah 60×60 cm. Tambahkan pupuk kering dan pupuk basah lalu campur dengan tanah. Selanjutnya, Anda hanya perlu memasukkan bibit kunyit yang sudah disemai tadi.

4. Perawatan

Kunyit bukan tumbuhan sensitif yang harus dirawat ekstra hati-hati. Untuk menjaga kelembapan tanah, Anda bisa menyiram 2-3 hari sekali, jangan gunakan air yang terlalu banyak sebab bisa menjadikan bibit membusuk akibat air yang menggenang.

Untuk pemupukan, Anda bisa menggunakan pupuk kompos dan pupuk kandang yang dicampurkan dengan tanah dengan perbandingan 1:1:1. Lakukan pemupukan minimal satu bulan sekali saja, ya!

5. Penyiangan

Kunyit haruslah terhindar dari segala jenis tanaman yang ada disekitarnya. Anda hanya perlu membersihkan atau mencabut rumput liar yang tumbuh di sekitar kunyit, lakukan hal ini pada saat tanaman sudah berumur sekitar 2 minggu.

6. Panen Tanaman Kunyit

Idealnya, kunyit sudah bisa dipanen ketika umurnya mencapai 7 atau 8 bulan. Ciri kunyit yang siap panen adalah daunnya yang mulai layu.

Benarkan ada banyak manfaat kunyit dan cara budidayanya tak begitu sulit? Usahakan Anda memiliki tanaman kunyit di pekarangan rumah, ya. Dan kenali apa saja manfaat dan cara budidaya bawang putih. Selain sebagai rempah, kunyit adalah tanaman toga yang akan bermanfaat banyak dalam kehidupan sehari-hari. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *