Gudeg, Makanan Khas Jogja dan Jenis Lainnya yang Wajib Dicicipi

Diposting pada

Gudeg Makanan Khas Jogja

Gudeg, makanan khas Jogja yang sudah terkenal sudah lama hingga kini. Bahan dasarnya sendiri terbuat dari produk alam, serta cara pembuatannya juga masih tradisional. Meski begitu rasa yang ditimbulkan memberi kesan khas serta disukai para penikmatnya baik kalangan dewasa maupun remaja.

Sebenarnya Apa Itu Gudeg?

Makanan satu ini tentu sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat terutama Jogja. Bahan dasarnya sendiri terbuat dari alam yaitu nangka muda atau biasanya orang Jawa menyebutnya sebagai tewel. Meski sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam sedang mengalami pembangunan di Kotagede.

Bahan yang awalnya tidak terpakai akhirnya disulap dan dijadikan masakan khas bahkan sampai saat ini masih disukai berbagai kalangan baik tua maupun muda. Gudeg sendiri terbuat dari nangka muda (gori), dengan campuran bumbu bawang merah serta putih, kemiri, jahe, ketumbar lengkuas dan daun salam.

Warna kecoklatannya sendiri didapat dari gula aren yang digunakan untuk menambah rasa khasnya. Pemakaiannya dilakukan sampai bumbu meresap sampai kedalam dagingnya. Alhasil, membuatnya semakin nikmat, apa lagi dipadukan dengan nasi beserta lauk lainnya misalnya tempe atau daging.

Sejarah Singkat Gudeg

Terdapat sejarah panjang di balik perkembangan makanan khas Jogja saat ini, eksistensinya tetap terjaga sampai saat ini, bahkan masyarakat di luar wilayah rela berkunjung ke Jawa Tengah untuk mencicipinya. Keunggulan lainnya adalah harganya terbilang sangat ekonomis.

1. Penemuan Gudeg Pertama

Menurut sejarahnya gudeg sudah muncul sejak tahun 1500-an. Makanan ini hadir saat kerajaan Mataram melakukan pembangunan di Alas Mentaok. Saat itu pada wilayah tersebut terdapat banyak pohon nangka yang tumbuh subur dan berbuah ranum namun pemanfaatannya sendiri masih sangat jarang.

Adanya hal tersebut akhirnya masyarakat berinovasi untuk membuatnya menjadi berbagai macam masakan dan tentunya memiliki rasa nikmat. Bahan yang banyak dimanfaatkan adalah jenis nangka muda (gori). Hal tersebut dikarenakan teksturnya empuk namun tidak terlalu lembek jika direbus lama.

2. Penamaan Gudeg

Makanan khas tersebut awalnya hanya dikonsumsi oleh masyarakat biasa yakni untuk menyiasat karena kebanyakan adalah para pekerja. Hal tersebut dikarenakan buah nangka tumbuh melimpah sehingga akan cukup jika dibagikan untuk banyak orang, selain itu juga mengandung gizi yang baik untuk tubuh.

Saat memasak para pekerja menggunakan pengaduk yang terbuat dari kayu menyerupai dayung perahu. Munculnya sebutan gudeg sendiri dari teknik pengadukannya, yaitu jika dalam bahasa Jawa adalah hangudek, karena susah dalam penyebutannya sehingga disederhanakan seperti sekarang ini.

3. Perkembangan Gudeg

Setelah ditemukannya pada 1500-an, setelah itu perkembangannya semakin pesat terutama di tahun 1600-an. Masa tersebut gedeg populer sebagai salah satu sajian yang dihidangkan untuk tamu kerajaan, misalnya pada saat Raden Mas Cebolang yang singgah ke padepokan Pangeran Tembayat.

Seiring berjalannya waktu kepopulerannya semakin membuatnya menjadi sajian spesial untuk para raja lainnya, kemudian mulailah dikenal oleh masyarakat luas di luar wilayah. Jenisnya sendiri terbagi menjadi dua yaitu basah dan juga kering, bahkan saat ini sudah dikemas dengan kaleng.

4. Bahan serta Bumbu Gudeg

Saat menyebut nama gudeg tentunya masyarakat langsung teringat Jogja, hal tersebut karena makanan tersebut sudah menjadi salah satu kuliner ikonik. Bahan dan cara memasaknya sendiri cukup mudah serta ekonomis, meski begitu rasanya tidak kalah dengan lainnya.

Bahan utamanya tentu adalah nangka muda, selain itu masih ada tambahan bumbu. Misalnya saja bawang merah serta putih, gula jawa, kemiri, jahe, ketumbar lengkuas dan daun salam. Selanjutnya dihaluskan bersamaan, kemudian dicampurkan ke dalam rebusan gori.

Beberapa Makanan Khas di Jogja Selain Gudeg

Selain gudeg, makanan khas Jogja masih banyak lainnya yang disukai masyarakat baik dalam maupun luar daerah. Saat berkunjung ke Kota Pelajar ini rasanya belum lengkap jika tidak mencicipi berbagai kulinernya, Anda bisa menemukan di tempat-tempat khusus atau warung, berikut beberapa diantaranya:

1. Oseng-oseng Mercon

Kuliner satu ini sangat cocok bagi Anda yang menyukai kuliner pedas. Nama mercon sendiri diambil karena memiliki rasa pedas yang kuat sehingga saat dimakan akan membuat lidah dan mulut menjadi panas seperti terkena ledakan api. Jika tidak tahan dengan masakan demikian, sebaiknya cicipi dahulu.

Oseng mercon terdapat tetelan daging koyor sapi, usus, hati, kikil sebagai bahan utama, serta ampela. Poin yang tidak boleh ketinggalan adalah cabai rawit sehingga akan menimbulkan rasa pedas dan panas. Kuliner satu ini meski sudah cukup lama, namun tetap digemari sampai saat ini.

2. Sego Abang Lombok Ijo

Nama tersebut diambil dari bahasa Jawa yang berarti nasi merah cabai hijau. Dari sebutannya sendiri tentu sudah dapat diketahui jika termasuk kuliner pedas yang menggoda lidah. Isiannya sendiri yaitu berupa sayur, nasi, serta sambal dengan cita rasa khas Gunung Kidul.

Awal perkembangan kuliner tersebut berada di wilayah Gunung Kidul, namun saat ini Anda bisa menemukannya di Pakem-Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Satu porsi Sego abang lombok ijo dihidangkan dengan beberapa bahan pelengkap seperti lodeh, pepes, tahu, tempe dan sebagainya.

3. Sate Klatak

Jenis makanan khas satu ini sebenarnya bahannya sendiri tidak jauh berbeda dengan sate lainnya yaitu daging kambing yang membedakannya adalah bumbunya. Ini bukan menggunakan kecap dan saus kacang, melainkan garam serta merica saja. Inilah mengapa rasanya menjadi khas.

Keunikan lainnya adalah pada penyajiannya yang menggunakan tambahan kuah kaldu kambing layaknya gulai, namun lebih encer. Tahap pemasakan dari satenya sendiri yaitu dengan jeruji roda. Hal tersebut dipilih karena dipercaya menghantarkan panas lebih baik.

4. Nasi Kucing

Tentu Anda sudah tidak asing dengan istilah tersebut, makanan satu ini biasanya terdapat di angkringan dengan harga ekonomis. Tentu Anda bertanya-tanaya mengapa dinamakan nasi kucing, penjelasannya yaitu karena disajikan dalam porsi kecil yang dibungkus kertas koran.

Nasi tersebut disajikan dengan pendamping berupa teri, selain itu Anda juga bisa menambahkan lauk lainnya misalnya sate usus, kerupuk, gorengan, rempeyek, ati ampela dan sebagaiya. Agar lebih lengkap didampingi minuman berupa wedang jahe untuk menghangatkan badan.

5. Lotek

Joga selain terkenal dengan wisatanya juga memiliki banyak makanan khas, selain enak harganya juga beragam mulai dari ekonomis sampai fantastis. Hal tersebut tergantung jenis serta porsinya. Lotek sendiri hampir sama dengan pecel.

Penyajiannya yaitu sayur disiram dengan bumbu kacang, bedanya adalah dipadukan dengan sambal terasi sehingga memunculkan bau serta rasa khas. Seperti halnya pecal, pada lotek ini juga dilengkapi dengan mentimun, tauge, kacang panjang, serta kol.

Itulah pembahasan terkait gudeg, makanan khas Jogja serta kuliner lainnya yang sayang untuk dilewatkan. Meski harga cenderung ekonomis, persoalan rasa tidak diragukan lagi, karena tentunya nikmat serta dibuat dengan bahan alami. Bagaimana, tertarik untuk mencoba semua makanan di atas?. Selain penjelasan tersebut, di situs https://jendelo.com/ terdapat tips mengatur menu keluarga dan tips agar anak betah dirumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *