ciri orang psikopat

Apa Itu Psikopat? Ciri-ciri Orang Psikopat

Diposting pada

Membaca atau mendengar kata psikopat memang sudah tidak asing di telinga. Bahkan, banyak film sampai kejadian nyata merepresentasikan apa itu psikopat? Ciri-ciri orang psikopat ternyata juga perlu untuk diketahui agar dapat digunakan sebagai upaya waspada sehingga tidak menjadi korban.

Apa Itu Psikopat?

Anda pasti pernah melihat film yang menggambarkan tokoh psikopat di dalamnya, adegannya bukan lagi menyeramkan tetapi sudah di luar batas kemanusiaan. Bahkan pelaku rela melakukan hal tidak terduga melebihi pembunuhan seperti mutilasi, memperkosa, dan sebagainya.

Tidak heran bila demikian karena dalam ilmu kedokteran psikopat sering disebut sebagai orang yang memiliki gangguan kepribadian, kemudian muncul sikap tidak sensitif atau acuh terhadap lingkungan, tidak segan-segan untuk berlaku kasar bahkan selalu merasa tidak bersalah.

Sekilas mungkin Anda berpikiran seorang psikopat cenderung gila atau stres terhadap tekanan hidup yang dimiliki. Bahkan memunculkan perilaku menyimpang dari norma namun ternyata pelaku selalu memikirkan apapun rencananya dengan matang, agar tidak mudah tercium oleh siapapun.

Ciri-ciri Orang Psikopat

Belakangan mulai marak lagi diperbincangkan berita atau informasi mengenai pembunuhan atau tindak kejahatan. Bila dilihat sekilas bisa saja menyimpulkan pelaku memiliki gangguan kepribadian berupa psikopat namun tidak semudah itu, mengindikasikan seseorang haruslah paham ciri-cirinya.

1. Pintar Berbohong

Banyak penelitian mengatakan bahwa salah satu ciri seorang psikopat itu pandai memutar balikkan kebenaran parahnya bahkan bisa menyebarkan fitnah untuk menjatuhkan lawan atau targetnya. Hal itu dilakukan hanya untuk merasakan kepuasan atau mencapai keuntungan bagi diri sendiri.

Tetapi cara pertama ini tidak bisa dilakukan sebagai jalan satu-satunya untuk mengatakan seseorang tergolong sebagai psikopat. Karena banyak pembohong dan pemfitnah, namun masih memiliki kepribadian normal melainkan hanya sedang menuruti hati.

2. Melewati Batas Kecerdasan

Usia minimal dan pas untuk dilakukan tes kepribadian biasanya saat seseorang berusia 15 tahun, ciri-ciri psikopat yang kedua bisa diketahui dari pengetahuannya yang terbilang sangat luas sehingga memiliki hasil tes IQ dengan skor tinggi dibandingkan seumurannya.

Tidak hanya pada remaja bahkan bayi berusia 3 tahun yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata sehingga ketika dipikir cukup tidak masuk akal, maka ada kemungkinan kelak menjadi psikopat jika saja cara mendidik atau membekali pengetahuan salah.

3. Egosentris

Ciri berikutnya yang ada pada diri psikopat yaitu selalu merasa bahwa paling hebat sehingga setiap melakukan tindak kesalahan tidak pernah disertai rasa penyesalan. Rasa yang timbul hanyalah kepuasan menunjukkan kemampuannya dalam mengungguli orang lain menggunakan kekerasan.

Tetapi psikopat memang terbagi menjadi dua ketika selesai melakukan kesalahan. Ada yang mengaku dan menyerahkan diri ke pihak berwajib atas tindakannya, namun juga ada yang meremehkan seakan lupa begitu saja lalu hanya tertawa puas.

4. Sulit Mematuhi Moral

Psikopat tidak hanya orang dewasa saja namun juga dapat bermula dari seorang anak-anak hingga remaja. Semua kategori tersebut hampir tidak menerima moral, karena yang ingin dilakukan selalu hanya berdasarkan keinginan dan kepuasan pribadi tidak ingin diatur oleh siapapun.

Hal ini memang terlihat keras kepala namun di sisi lain pelaku psikopat sedang menyadari dan menganggap bahwa perilakunya biasa saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Seperti saat mengucapkan kata emosi, terlebih dahulu memahami isinya namun tidak dengan perasaan lawan.

5. Kesulitan Mengendalikan Emosi

Tahapan awal psikopat memang dimulai dengan pemikiran mendalam mengenai sesuatu yang baginya tidak sesuai dengan keinginan. Namun, langsung disimpulkan pada rencana tindakan kedepan agar mampu membalaskan rasa sakit hatinya meski tidak pada tujuannya.

Ketika jiwa psikopat muncul dalam diri sudah sangat memungkinkan seseorang untuk melakukan tindakan di luar nalar, seperti membunuh, memutilasi, dan sebagainya ke lawan yang membuatnya dendam atau bahkan orang lain yang tidak dikenal hanya untuk menyalurkan kepuasan.

6. Anti Empati

Rasa kemanusiaan seperti sudah tidak ada lagi di diri psikopat karena hatinya hampir mati untuk mengetahui dan mengerti orang lain. Jangankan manusia, kepada hewan saja jika pelaku merasa terganggu tidak menyukai maka bisa jadi memotong atau menyiksa tubuh binatang dianggap biasa.

Itulah mengapa seorang psikopat memiliki tindakan cenderung agresif serta biasanya meski suka menyendiri, namun tidak membiarkannya terkurung dalam ruangan atau rumah tertutup melainkan lebih suka berada di luar untuk melihat banyak kejadian.

7. Tanpa Pertimbangan Jangka Panjang

Apa itu psikopat? Ciri-ciri psikopat berikutnya ini memang terdengar sedikit bertolak belakang karena biasanya pelaku akan selalu menjalankan rencananya dengan sangat rapi. Dengan begitu sudah melakukan pertimbangan apa saja tindakan yang diambil.

Tetapi pelaku psikopat tidak pernah memikirkan kejadian setelahnya seperti dampak baik atau buruk. Hal kecil saja mampu memicu emosinya seperti kecewa, dikritik atau merasa gagal melakukan sesuatu yang menjadi tujuannya.

8. Tidak Memiliki Sikap Tanggung Jawab

Ciri orang psikopat berikutnya ini sudah bisa ditebak setelah mengetahui seorang psikopat melakukan kejahatan, karena tidak memiliki rasa kemanusiaan maka pelaku menganggap apapun yang dilakukan adalah hal wajar jika pun tidak, tetap enggan meminta maaf atau menyesali perbuatannya.

Setelah merasakan kepuasan atas apa yang dilakukan, psikopat yang sudah ahli atau sering melakukan kejahatan akan menyimpannya dengan rapi dan menutupinya. Tetapi jika pelaku masih memiliki jiwa kesadaran, maka bisa menjadi stres ketika berbuat salah sehingga kebingungan mempertanggung jawabkan.

9. Sikapnya Dingin dan Dramatis

Psikopat memang pandai memainkan kata-kata, hal ini digunakan untuk mengelabui orang lain yang mulai curiga atas tindakan atau kepribadiannya. Berbagai cara dilakukan seperti memanipulasi kebohongan, berpura-pura sedih atau apapun untuk menarik empati sekitar.

Di sisi lain sikapnya cenderung angkuh dan tidak ingin bergaul dengan banyak orang terlalu dekat. Tidak membiarkan dirinya menebar senyum atau ramah menyapa karena yang terpenting adalah dirinya sendiri bukan orang lain atau lingkungan.

10. Gerak-Gerik Aneh

Anda juga perlu mengetahui ciri yang bisa disimpulkan terkadang di akhir perbuatan pelaku, pasti ada kesempatan tertentu psikopat menunjukkan tingkah laku berbeda dan cenderung gugup jika mulai ditanya atau diinterogasi atas kesalahannya.

Mereka cenderung memalingkan wajah atau melarikan diri ketika dipanggil setelah melakukan kejahatan. Sesaat merasa takut karena selain kebingungan di sisi lain juga tidak memiliki rasa penyesalan, namun jika terus mendesaknya bukan tidak mungkin akan dijadikan target selajutnya.

11. Mengulangi Perbuatan

Memang ada seorang psikopat yang akhirnya mengakui dan menyerahkan diri ke pihak berwajib setelah melakukan pembunuhan atau hal mengerikan lainnya. Namun banyak pelaku bertingkah demikian hanya karena rasa kebingungan sesaat merasa tidak tenang dan sebagainya.

Tetapi saat psikopat dibebaskan, akan sulit perilakunya untuk berubah. Mereka cenderung bertindak serupa bahkan lebih kejam karena pikirannya sudah tidak normal. Semakin sering tindakan itu dilakukan, maka perlahan rasa bersalah dan ketakutan akan hilang.

Itulah 11 ciri orang psikopat, namun jangan langsung menyimpulkan seseorang tergolong kategori tersebut, hanya karena memiliki salah satu sifat dari yang disebutkan sebelum ada buktinya. Tetapi tidak ada salahnya untuk tetap waspada.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *