ciri anak jenius

Apakah Anak Saya Jenius? 10 Ciri Anak Jenius

Diposting pada

Setiap orang tua pasti menginginkan anak yang cerdas. Hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil. Bahkan, ada sebagian anak jenius yang memiliki tingkat IQ tinggi. Sayangnya, sebagian orang tua tidak memahami bahwa mereka memiliki anak jenius. Oleh karena itu, pada pembahasan kali ini akan diulas tentang 10 ciri anak jenius.

Kenali 10 Ciri Anak Jenius secara Umum Berikut!

Sebenarnya, anak jenius yang IQnya di atas 140 sudah bisa dideteksi sejak bayi. Namun, beberapa orang tua baru menyadari ketika anak mereka sudah memasuki usia sekolah. Berikut adalah beberapa ciri dari anak jenius secara umum yang penting untuk dipelajari:

1. Memiliki Kreatifitas Tinggi

Ciri umum yang pertama dari anak jenius adalah mempunyai kreatifitas tinggi. Mereka tidak hanya cerdas di dalam pelajaran dan penalaran, namun juga mampu menciptakan sesuatu yang unik dan baru. Karena itu, tidak heran jika banyak produk terbaru dan menakjubkan hasil karya anak jenius.

Sebut saja ilmuan-ilmuan yang berhasil menemukan sesuatu menakjubkan seperti lampu, mesin dan lain sebagainya. Semua temuan tersebut tidak akan bisa berhasil tanpa adanya jiwa kreatif dari seorang anak jenius. Menariknya, bibit-bibit kreatif pada anak jenius ini bisa muncul sejak masih kecil.

2. Terkadang Salah Paham dalam Memahami Perintah

Memiliki jiwa kreatif adalah sesuatu yang wajar bagi anak jenius. Namun, ciri yang kedua ini cukup unik karena bisa dikatakan sebagai hal negatif, yakni kerap salah dalam memahami suatu instruksi. Hal ini bukanlah tanpa alasan, melainkan anak jenius cenderung tidak memperdulikan sesuatu yang remeh sehingga beragam instruksi sederhana menjadi tidak dipahami.

Jika diamati, anak jenius kerap terlihat bingung berkaitan dengan hal-hal sederhana tersebut. Bahkan, dalam kondisi tertentu akan membangkang perintah yang ada. Sebagian dari mereka menganggap bahwa instruksi yang sederhana hanya akan membuang waktu. Sedangkan mereka merasa tahu persis apa yang perlu dilakukan untuk tujuan tertentu.

3. Cenderung Sensitif

Ciri selanjutnya dari anak jenius adalah mudah sensitif. Bagi orang tua yang tidak memahami dengan benar bahwa anaknya adalah tipe jenius, maka mereka akan mengartikan hal ini dengan sesuatu yang negatif. Padahal, sensitivitas pada anak tersebut disebabkan lantaran saraf sensori tidak mampu membendung rangsangan secara bersamaan.

Di antara contoh nyata bahwa anak jenius sensitif adalah mereka tidak suka dengan keramaian, cenderung suntuk jika mendengar suara berisik dan sebagainya. Hal itu membuat mereka terlihat pemalu dan lebih suka sendiri dari pada berkumpul dengan orang banyak. Dengan demikian, orang tua tidak perlu khawatir berlebihan bahkan sampai membawa sang anak ke psikolog.

4. Tidak Mudah Bergaul

Meski bisa menghinggapi siapa saja, tipe anak jenius jumlahnya tidak banyak dibanding anak normal pada umumnya. Hal itulah yang membuat mereka tidak mudah bergaul alias kesulitan mencari teman. Hal ini wajar lantaran didasari oleh kenyataan bahwa anak jenius cenderung tidak nyambung dengan anak-anak sebayanya.

Pemikiran yang dimiliki juga relatif unik dan berbeda. Termasuk dalam hal bercanda, tidak jarang anak jenius mengeluarkan candaan yang sangat cerdas sampai-sampai orang sekitar tidak memahami apa maksudnya. Oleh karena itu, meskipun ingin punya teman seperti yang lain, anak jenius tidak mudah mencari teman.

5. Tidak Pintar Basa Basi

Bawaan dari anak jenius adalah serius dalam segala hal sehingga tidak pandai berbasa-basi menjadi salah satu ciri anak jenius. Bahkan, untuk membicarakan topik yang ringan pun cenderung enggan. Hal itu disebabkan karena tingkat kecerdasannya yang terbilang tinggi dari rata-rata.

Anak jenius biasanya dapat berbicara apa saja, mulai dari soal politik, ekonomi, planet dan banyak lagi lainnya secara mendalam. Karena kepandaiannya tersebut, orang sekitar kerap menganggap mereka aneh lantaran tidak bisa berbasa basi seperti orang-orang seusianya.

6. Mudah Mengatasi Masalah

Bukan anak jenius namanya jika mereka tidak bisa menghadapi masalah yang menimpa dirinya. Oleh karena itu, salah satu ciri dari anak tersebut adalah pandai menyelesaikan masalah yang menghampiri. Baik itu masalah pekerjaan, sekolah, finansial, ekonomi, hubungan dengan kekasih dan lain sebagainya.

Hal tersebut disebabkan karena mereka dibekali kepandaian dalam menganalisa sebuah masalah, menghubungkan konsep hingga mencari solusi terbaik atasnya. Namun, jika tidak diarahkan ke jalan yang baik, kecerdasan ini bisa membawa ke jalan yang negatif. Oleh karena itu, penting untuk orang tua dalam memantau dan memastikan kecerdasan sang buah hati.

7. Mudah Bosan atas Suatu Hal

Adapun ciri selanjutnya dari anak jenius adalah mudah merasa bosan atas suatu hal. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi otak serta pemikirannya yang sangat encer. Dengan begitu, mereka dapat memahami pelajaran di kelas lebih cepat dibandingkan teman-teman lain. Hal inilah yang membuat anak jenius mudah bosan akan suatu hal.

Di samping itu, mereka juga cenderung merasa bosan jika harus mengulang-ulang hal yang sama. Anak jenius memang selalu haus akan hal baru dan menarik hati sehingga terhindar dari kebosanan. Itulah mengapa orang tua perlu mendampingi anak mereka yang jenius secara lebih intens agar kemampuannya tetap terasah dengan baik.

8. Tidak Mempedulikan Nilai

Anak jenius umumnya acuh tak acuh terhadap nilai. Mereka juga bukan tipe orang yang berambisi untuk mengejar prestasi setinggi mungkin. Hal itu lantaran proses bagi anak jenius memang lebih penting dibandingkan dengan hasilnya. Namun, hal semacam ini kerap disalahpahami oleh orang tua sehingga mereka cenderung memarahi anaknya yang mendapat nilai kurang memuaskan.

Tidak hanya itu, guru di sekolah yang tidak memahami bahwa muridnya termasuk anak jenius juga akan mempermasalahkan hal itu. Sang guru merasa anak didiknya mampu dan bisa memperoleh nilai tertinggi. Namun, sayangnya mereka enggan melakukannya. Padahal, anak jenius akan merasa tidak tertarik bahkan bosan jika harus mengejar prestasi sesaat.

9. Sering Takut akan Pikirannya

Sebagian anak jenius merasa takut untuk berpikir terlalu dalam dan jauh. Hal ini lantaran saking kreatif dan cerdasnya mereka. Bahkan, karena terlalu kreatif terhadap segala hal ada anak jenius yang sampai merasa cemas, stress bahkan depresi dalam hidup. Dalam hal ini, pendampingan dari orang tua yang bersangkutan sangat penting.

Contoh sederhananya adalah seorang anak jenius diajak untuk menyeberang rel kereta. Namun, karena ia berpikir terlalu dalam dan terlalu jauh, alhasil ia merasa takut jika tiba-tiba kereta api lewat dan menabraknya hingga meninggal.

10. Terobsesi dengan Hal yang Disuka

Kecenderungan dari anak jenius adalah sangat fokus dalam hal yang membuatnya tertarik. Khususnya dalam menggali informasi unik darinya. Oleh karena itu, berbagai pertanyaan yang bisa saja tidak terpikir di benak orang lain menjadi muncul.

Menariknya, apabila anak jenius telah terobsesi pada suatu hal, maka perhatian mereka terhadapnya akan sulit dihentikan. Ini bisa berdampak positif dan bisa juga sebaliknya. Tergantung bagaimana yang bersangkutan menyikapi hal tersebut.

Itulah beberapa ciri anak jenius yang wajib dipahami oleh setiap orang tua. Diharapkan informasi di atas dapat memberikan dukungan serta pelajaran dalam menyikapi anak yang jenius.

Baca Juga:

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *