ciri Anak Autis

Apakah Anak Saya Autis? Kenal 10 Ciri-ciri Anak Autis

Diposting pada

Ciri-ciri Anak Autis

Gangguan pada perilaku, interaksi sosial serta komunikasi yang kerap dikenal dengan autisme memang kerap menyerang anak. Karenanya, banyak orang tua yang khawatir terhadap gangguan tersebut. Ada beberapa ciri-ciri anak autis yang penting untuk dipahami oleh setiap orang tua. Tujuannya agar saat anak terserang autis bisa diatasi dengan cepat.

10 Ciri-Ciri Anak Autis yang Wajib Anda Pahami

Karena autisme umumnya terjadi pada masa kanak-kanak, maka orang tualah yang berkewajiban mempelajari gangguan ini. Salah satu tahapannya adalah mengenali ciri-ciri dasar dari autisme itu sendiri. Pada intinya, orang tua perlu mengenali perubahan signifikan yang terjadi pada keseharian sang anak. Berikut adalah beberapa ciri-ciri dari anak autis secara umum yang harus dimengerti:

1. Anak Alami Gangguan Komunikasi

Autisme pada anak salah satunya ditandai dengan gangguan komunikasi, misalnya dari segi gaya bicara. Beberapa penderita autis alami keterlambatan bicara, gagap dan tidak dapat memahami kata-kata dengan baik sebagaimana anak seusianya.

Bahkan tidak jarang anak yang autis berbicara dengan istilah dan kata-kata mereka sendiri. Hal itu pastinya membuat lawan bicara atau orang yang mendengar merasa bingung. Di sinilah orang tua harus mulai menyadari bahwa anaknya mengalami gangguan autisme sehingga perlu penanganan khusus.

2. Perkembangannya Tak Seimbang

Ciri dari anak yang autis berikutnya adalah perkembangannya cenderung tidak seimbang. Salah satu sebabnya karena gangguan pada sistem motorik sang anak. Hal itu mempengaruhi perkembangan otak sehingga tidak bisa berkembang secara maksimal sebagaimana seharusnya.

Karakteristik yang kedua ini ditandai dengan anak yang tidak responsif akan sesuatu yang baru, termasuk aneka mainan serta hal baru. Bahkan, beberapa di antaranya sama sekali tidak memiliki ketertarikan untuk berinteraksi dengan yang lain.

3. Emosinya Labil

Selain mengalami perkembangan yang tidak seimbang, ada kalanya anak yang menderita autis memiliki tingkat emosi tidak stabil. Hal itu disebabkan karena mereka cenderung tidak mampu mengontrol atau mengendalikan emosi sehingga emosinya akan mudah diluapkan kepada siapa saja.

Bahayanya, emosi yang dialami oleh penderita autis bisa keluar kapan saja dan dimana saja secara tak terduga. Di sinilah orang tua harus benar-benar berhati-hati dalam menangani anak yang demikian. Mengingat mereka bisa tiba-tiba tertawa, menjerit, menangis dan sebagainya tanpa sebab yang jelas.

4. Suka Mengulang-Ulang Kegiatan yang Sama

Si kecil yang mengalami autis ada kalanya ditandai dengan kesukaannya mengulang hal yang sama. Kegiatan tersebut dilakukan dalam frekuensi yang tinggi. Bahkan bisa dibilang pengulangan tersebut dalam taraf yang tidak wajar sehingga terlihat aneh.

Misalnya saja anak suka melompat-lompat kapan pun dan dimana pun dengan frekuensi yang tinggi. Namun, seringkali orang tidak menyadari sejak awal bahwa buah hati mereka mengalami autisme. Oleh karena itu, pengetahuan tentang ini harus benar-benar dipahami agar anak yang autis segera mendapatkan tindakan sejak dini.

5. Cenderung Tidak Menyukai Suara Bising

Ciri-ciri anak autis berikutnya adalah tidak suka dengan suara bising. Oleh karena itu, para orang tua atau siapapun disarankan untuk tidak berbicara kepada mereka dengan suara atau nada yang keras, apalagi membentak. Pastikan berbicara dengan intonasi yang lembut.

Hal itu disebabkan karena anak yang menderita autis akan mudah gelisah serta tidak tenang saat mendengar suara keras atau bising. Bahkan, bisa-bisa mereka akan memberi respon yang berlebih dan tidak wajar, misalnya saja dengan jeritan keras atau tangisan.

6. Cenderung Asik dengan Dunianya Sendiri

Hal lain yang perlu dipahami terkait anak autis adalah mereka cenderung asik dengan dunianya sendiri. Namun, hanya anak tersebut yang mengetahui dan menikmati dunianya. Bahkan, orang lain seringkali tidak paham sama sekali dengan dunia yang dimaksud tersebut.

Itulah yang menyebabkan anak dengan gangguan autisme tidak suka berinteraksi bahkan bermain dengan anak-anak sebayanya. Tidak jarang pula menjauhi serta menghindari mereka. Akan tetapi, dunia autis itulah yang mendorong kemampuan bicara seorang anak autis.

7. Punya Kemampuan Luar Biasa pada Bidang Tertentu

Meskipun tidak sama dengan anak-anak yang lain, bukan berarti penderita autisme tidak memiliki kelebihan. Salah satu ciri-ciri anak dengan gangguan tersebut adalah memiliki kemampuan yang luar biasa di suatu bidang.

Gambarannya adalah sang anak yang kesulitan memulai hal baru serta beradabtasi dengan baik akan fokus pada bidang tertentu. Dengan demikian, ia akan menjadi terampil di bidang tersebut. Dalam hal ini, orang tua sebaiknya mendukung kemampuan sang anak tersebut agar menjadi bakat di kemudian hari.

8. Enggan Melakukan Kontak Mata

Ciri lain dari anak autis adalah tidak mau melakukan kontak mata. Karena itu, ia akan cenderung menghindari kontak mata dengan orang lain. Biasanya, beberapa anak yang menderita autis lebih suka menunduk ke bawah.

Untuk menghindari hal ini, usahakan untuk senantiasa mengajarkan kepada anak untuk melihat lawan bicara saat melakukan komunikasi.

9. Kesulitan dalam Membaca dan Menulis

Tidak hanya itu, anak yang mengalami gangguan autisme juga kerap mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis. Hal inilah yang akhirnya berpengaruh kepada kesulitan mereka dalam melakukan komunikasi, baik itu komunikasi verbal ataupun non verbal.

Selain kesulitan dalam membaca dan menulis, biasanya penderita autis juga mengalami kesulitan dalam memahami kata-kata serta mengikuti petunjuk. Termasuk kesulitan dalam memahami bahasa tubuh, misalnya melambai dan sebagainya.

10. Tidak Menyukai Kontak Fisik

Karakteristik lain yang kerap didapati pada anak autis adalah tidak suka adanya kontak fisik. Terlebih kontak dengan orang yang belum pernah dijumpai atau tidak dikenal. Adapun respon yang kerap diberikan saat penderita autis disentuh adalah bersembunyi ke suatu tempat atau menghindar.

Maka tidak heran jika sebagian anak autis tidak suka melakukan pembicaraan dengan orang lain. Jika kebetulan anak Anda mengalami hal ini, sebaiknya segeralah konsultasi dengan dokter khusus untuk menemukan atau mencari solusinya.

Selain beberapa ciri yang telah disebutkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa ciri lain dari anak yang menderita autis. Misalnya saja anak yang masih belum bisa berjalan padahal usianya sudah mencapai 2 tahun lebih. Sementara di usia tersebut, idealnya seorang anak sedang aktif dan mengeksplorasi hal-hal baru di sekeliling.

Namun, sebagian penderita autis bahkan masih ingin digendong saja di usia yang sudah 2 bahkan 3 tahun. Hal ini disebabkan karena keterlambatan motorik. Parahnya lagi, beberapa anak autis enggan untuk bergerak sehingga perkembangannya menjadi sangat lambat dibandingkan anak-anak seusianya.

Beberapa ciri-ciri anak autis di atas merupakan karakteristik yang umum pada penderita autisme. Setiap orang tua wajib memantau perkembangan anaknya dengan seksama dan memahami betul apa saja yang menjadi ciri dari autisme. Jika kebetulan sebagian di antaranya ada pada buah hati Anda, sebaiknya lebih waspada dan segera memeriksakan kepada ahlinya.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *